Sunan Abu Daud Hadits 1510 - Shalat Qashar di Miqat
Shalat Sunnah Safar dan Qashar di Dzul Hulaifah
Sunan Abu Daud : 1510
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1510
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ أَنَسٍ قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا وَصَلَّى الْعَصْرَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ بَاتَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ حَتَّى أَصْبَحَ فَلَمَّا رَكِبَ رَاحِلَتَهُ وَاسْتَوَتْ بِهِ أَهَلَّ
Anas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat Zhuhur di Madinah empat raka'at, dan Shalat 'Ashar Di Dzul Hulaifah dua raka'at, kemudian bermalam di Dzul Hulaifah hingga pagi hari. Kemudian tatkala beliau menaiki kendaraannya dan kendaraan tersebut telah berada di tempat yang tinggi beliau bertalbiyah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat bagi musafir mulai diqashar menjadi dua rakaat ketika ia telah benar-benar keluar dari batas wilayah kotanya.
- Diperbolehkan untuk bermalam sejenak di miqat Dzul Hulaifah sebelum meneruskan perjalanan ihram pada keesokan harinya.
- Dianjurkan untuk mengumandangkan kalimat talbiyah sesaat setelah duduk sempurna di atas kendaraan menuju Makkah.
