Sunan Abu Daud Hadits 195 - Keluasan Waktu Mandi Junub dan Ibadah Malam
Kelonggaran Waktu Mandi Junub Menurut Kebiasaan Nabi
Sunan Abu Daud : 195
Sunan Abu DaudNomor Hadis 195
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَا حَدَّثَنَا بُرْدُ بْنُ سِنَانٍ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ نُسَيٍّ عَنْ غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَرَأَيْتِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْتَسِلُ مِنْ الْجَنَابَةِ فِي أَوَّلِ اللَّيْلِ أَوْ فِي آخِرِهِ قَالَتْ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فِي أَوَّلِ اللَّيْلِ وَرُبَّمَا اغْتَسَلَ فِي آخِرِهِ قُلْتُ اللَّهُ أَكْبَرُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً قُلْتُ أَرَأَيْتِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ أَوَّلَ اللَّيْلِ أَمْ فِي آخِرِهِ قَالَتْ رُبَّمَا أَوْتَرَ فِي أَوَّلِ اللَّيْلِ وَرُبَّمَا أَوْتَرَ فِي آخِرِهِ قُلْتُ اللَّهُ أَكْبَرُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً قُلْتُ أَرَأَيْتِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَجْهَرُ بِالْقُرْآنِ أَمْ يَخْفُتُ بِهِ قَالَتْ رُبَّمَا جَهَرَ بِهِ وَرُبَّمَا خَفَتَ قُلْتُ اللَّهُ أَكْبَرُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً
Ghudlaif bin Al Harits Diriwayatkan dari:
Saya pernah bertanya kepada [Aisyah]: Apakah kamu melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mandi janabah pada awal malam atau akhir malam? Dia menjawab: Terkadang beliau mandi di awal malam dan terkadang beliau mandi di akhir malam! Saya berkata: Allahu Akbar, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan perkara ini mudah.Kemudian saya bertanya lagi: Apakah kamu melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat witir pada awal malam atau akhirnya? Dia menjawab: Terkadang beliau melakukan witir pada awal malam dan terkadang pada akhirnya! Saya berkata: Allahu Akbar, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan perkara ini mudah.Kemudian saya pun bertanya lagi: Apakah kamu melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca Al Quran, apakah dengan mengeraskan suaranya atau merendahkannya? Dia menjawab: Terkadang beliau mengeraskan suaranya dan terkadang beliau merendahkannya! Saya berkata: Allahu Akbar, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan perkara ini mudah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah sangat luwes; beliau bebas mandi junub saat malam baru tiba maupun di akhir malam menjelang pagi.
- Waktu pelaksanaan shalat witir serta gaya lantunan Al-Quran malam dapat disesuaikan dengan mood dan tenaga kita.
- Kita patut mengucap syukur kepada Allah atas keringanan tata cara ibadah yang telah diajarkan nabi kepada umatnya.
