Sunan Abu Daud Hadits 234 - Aturan Memakai Sarung
Anjuran Istri Memakai Sarung Saat Suami Ingin Bermesraan
Sunan Abu Daud : 234
Sunan Abu DaudNomor Hadis 234
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ إِحْدَانَا إِذَا كَانَتْ حَائِضًا أَنْ تَتَّزِرَ ثُمَّ يُضَاجِعُهَا زَوْجُهَا وَقَالَ مَرَّةً يُبَاشِرُهَا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Biasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh salah seorang di antara kami (istri-istri beliau) apabila sedang haidl untuk memakai kain sarung, kemudian ia menidurinya -pada kali lain Aswad mengatakan dengan redaksi Menggaulinya-.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sikap kehati-hatian dalam beragama bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti menyuruh istri mengenakan kain penghalang.
- Suami tidak dilarang untuk tidur bersentuhan atau memeluk erat istrinya yang sedang dalam kondisi haid.
- Islam selalu menyediakan cara keluar yang manis agar kebutuhan kasih sayang pasangan terpenuhi secara sah dan halal.
