Sunan Abu Daud Hadits 2356 - Larangan Meminta Bantuan Orang Musyrik
Ketegasan Menolak Aliansi Pasukan Musyrik dalam Peperangan Islam
Sunan Abu Daud : 2356
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2356
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ وَيَحْيَى بْنُ مَعِينٍ قَالَا حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ مَالِكٍ عَنْ الْفُضَيْلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نِيَارٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَ يَحْيَى إِنَّ رَجُلًا مِنْ الْمُشْرِكِينَ لَحِقَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُقَاتِلَ مَعَهُ فَقَالَ ارْجِعْ ثُمَّ اتَّفَقَا فَقَالَ إِنَّا لَا نَسْتَعِينُ بِمُشْرِكٍ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Sesungguhnya terdapat seorang musyrik yang mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk berperang bersama beliau. Maka beliau berkata: "Kembalilah!" Kemudian mereka berdua (perawi) sepakat. Maka beliau berkata: "Sesungguhnya kami tidak meminta bantuan kepada orang musyrik."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pertolongan mutlak adalah milik Tuhan, tidak perlu menggantungkan nasib menang peperangan di bahu barisan orang yang membangkang pada agama.
- Niat menolong yang tulus dalam perjuangan agama menuntut frekuensi keyakinan dan prinsip yang sejajar.
- Seorang pemimpin besar harus memiliki keberanian menghalau bala bantuan sekutu apabila diyakini bisa melemahkan kesucian integritas barisan aslinya.
