Sunan Abu Daud Hadits 2788 - Keutamaan Membersihkan Masjid dan Shalat Jenazah di Makam
Keutamaan Merawat Masjid dan Bolehnya Shalat Jenazah di Kuburan
Sunan Abu Daud : 2788
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2788
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ وَمُسَدَّدٌ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ أَوْ رَجُلًا كَانَ يَقُمُّ الْمَسْجِدَ فَفَقَدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ عَنْهُ فَقِيلَ مَاتَ فَقَالَ أَلَا آذَنْتُمُونِي بِهِ قَالَ دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهِ فَدَلُّوهُ فَصَلَّى عَلَيْهِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Seorang wanita hitam atau seorang laki-laki yang menyapu dan membersihkan masjid, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kehilangan dirinya, lalu beliau menanyakannya. Kemudian dikatakan: "Ia telah meninggal." Maka beliau berkata: "Tidakkah kalian memberitahukan kepadaku?" Beliau berkata: "Tunjukkan kepadaku kuburannya!" kemudian mereka menunjukkannya kepada beliau dan beliau menshalatkannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membersihkan dan merawat masjid adalah pekerjaan mulia yang sangat dihargai oleh Rasulullah.
- Boleh menyalatkan jenazah di kuburannya jika sebelumnya kita tidak sempat ikut shalat.
- Pemimpin atau tokoh masyarakat sebaiknya selalu memperhatikan kondisi orang-orang kecil di sekitarnya.
- Dianjurkan memberi tahu tetangga atau kerabat apabila ada seseorang yang meninggal dunia.
