Sunan Abu Daud Hadits 2881 - Hukum Nazar Menyembelih di Buwanah
Pastikan Tempat Menyembelih Nazar Bebas dari Unsur Syirik dan Perayaan Jahiliyah
Sunan Abu Daud : 2881
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2881
حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو قِلَابَةَ قَالَ حَدَّثَنِي ثَابِتُ بْنُ الضَّحَّاكِ قَالَ نَذَرَ رَجُلٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ كَانَ فِيهَا وَثَنٌ مِنْ أَوْثَانِ الْجَاهِلِيَّةِ يُعْبَدُ قَالُوا لَا قَالَ هَلْ كَانَ فِيهَا عِيدٌ مِنْ أَعْيَادِهِمْ قَالُوا لَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْفِ بِنَذْرِكَ فَإِنَّهُ لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ
Tsabit bin Adh Dhahhak Diriwayatkan dari:
Seorang laki-laki bernadzar pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menyembelih unta di Buwanah. Kemudian ia datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Sesungguhnya saya telah bernadzar untuk menyembelih unta di Buwanah." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apakah padanya terdapat berhala diantara berhala-berhala jahiliyyah yang disembah?" Mereka berkata: "Tidak." Beliau berkata: "Apakah padanya terdapat hari besar diantara hari-hari besar mereka?" Mereka berkata: "Tidak."Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Penuhi nadzarmu, sesungguhnya tidak boleh memenuhi nadzar dalam bermaksiat kepada Allah, dalam perkara yang tidak dimiliki anak Adam."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Meminta kepastian hukum kepada orang yang berilmu sangat dianjurkan sebelum melakukan kegiatan ibadah yang dirasa meragukan.
- Umat Islam dilarang keras untuk memenuhi nazar jika nazar tersebut melanggar larangan Allah atau mengandung maksiat.
- Seseorang tidak diizinkan bernazar menggunakan harta benda atau hewan yang secara sah bukan merupakan miliknya sendiri.
