Sunan Abu Daud Hadits 2896 - Penghapusan Riba Jahiliyah
Deklarasi Nabi Menghapus Riba dan Balas Dendam Masa Jahiliyah
Sunan Abu Daud : 2896
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2896
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ حَدَّثَنَا شَبِيبُ بْنُ غَرْقَدَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ يَقُولُ أَلَا إِنَّ كُلَّ رِبًا مِنْ رِبَا الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ لَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ أَلَا وَإِنَّ كُلَّ دَمٍ مِنْ دَمِ الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ وَأَوَّلُ دَمٍ أَضَعُ مِنْهَا دَمُ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ كَانَ مُسْتَرْضِعًا فِي بَنِي لَيْثٍ فَقَتَلَتْهُ هُذَيْلٌ قَالَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ قَالُوا نَعَمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَ اللَّهُمَّ اشْهَدْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad], telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash], telah menceritakan kepada kami [Syabib bin Gharqadah], dari [Sulaiman bin 'Amr], dari [ayahnya] ia berkata:Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika haji wada' berkata: "Ketahuilah bahwa seluruh riba dari riba jahiliyyah telah dibatalkan, bagi kalian modal kalian, dengan tidak mendhalimi dan tidak di dhalimi. Ketahuilah bahwa seluruh darah dari darah pada masa jahiliyyah telah digugurkan, dan darah pertama yang aku gugurkan adalah darah Al Harits bin Abdul Muththalib, dahulu ia disusui seseorang dari Bani Laits, kemudian ia dibunuh orang-orang Hudzail." Beliau berkata: "Ya Allah, saksikanlah. Apakah aku telah menyampaikan?" mereka berkata: "Ya." Tiga kali. Beliau berkata: "Ya Allah, saksikanlah." Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Setiap tambahan dari hutang yang disyaratkan di awal (riba) batal dan hanya modal pokok yang boleh diambil.
- Islam menghapus tradisi dendam keturunan dan pertumpahan darah yang sering terjadi di masa lalu.
- Pemimpin yang baik memberikan contoh langsung pada keluarganya sendiri saat menegakkan aturan baru yang berat.
- Penekanan penting untuk selalu saling memaafkan dan memulai hidup baru dengan keadilan.
