Sunan Abu Daud Hadits 3101 - Besarnya Risiko Mengadili Manusia
Peringatan Menjadi Pemutus Perkara di Antara Manusia
Sunan Abu Daud : 3101
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3101
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ مُحَمَّدٍ الْأَخْنَسِيِّ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ وَالْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ جُعِلَ قَاضِيًا بَيْنَ النَّاسِ فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّينٍ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:"Barangsiapa dijadikan sebagai hakim di antara manusia, maka sungguh ia telah disembelih tanpa menggunakan pisau."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menjadi pemutus sengketa sesama manusia adalah beban yang paling berat di mata Allah.
- Hakim yang lalai atau curang akan menerima kehancuran batin dan siksa akhirat seperti disembelih.
- Seorang muslim harus sangat berhati-hati jika diserahi urusan hukum publik.
