Sunan Abu Daud Hadits 3410 - Meramal Garis Nasib
Hukum Meniru Pembuatan Garis Peramal Nasib di Masa Lalu
Sunan Abu Daud : 3410
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3410
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ الْحَجَّاجِ الصَّوَّافِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ أَبِي مَيْمُونَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ الْحَكَمِ السُّلَمِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمِنَّا رِجَالٌ يَخُطُّونَ قَالَ كَانَ نَبِيٌّ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ يَخُطُّ فَمَنْ وَافَقَ خَطَّهُ فَذَاكَ
Mu'awiyah bin Al Hakam As Sulami Diriwayatkan dari:
Aku katakan: "Wahai Rasulullah, di antara kami ada orang-orang yang menggambar garis?" Beliau bersabda: "Di antara para Nabi ada yang membuat garis, maka barangsiapa yang garisnya sama dengan garis nabi tersebut maka hal itu adalah diperbolehkan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menebak arah nasib dengan membuat garis tertentu pernah menjadi mukjizat khusus yang tidak bisa diwariskan ke orang biasa.
- Umat Islam saat ini dilarang keras mencoba meniru-niru praktik coretan nasib tersebut karena dipastikan hanyalah kebohongan.
- Jangan tergoda dengan ramalan murahan, karena pintu melihat masa depan telah ditutup dan dikembalikan kerahasiaannya pada Allah.
