Sunan Abu Daud Hadits 344 - Shalat Ashar Saat Matahari Masih Terang
Melaksanakan Shalat Ashar Ketika Sinar Matahari Masih Cerah
Sunan Abu Daud : 344
Sunan Abu DaudNomor Hadis 344
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ عُرْوَةُ وَلَقَدْ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ فِي حُجْرَتِهَا قَبْلَ أَنْ تَظْهَرَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat Ashar sementara sinar matahari masih berada di dalam kamarnya dan belum beranjak.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Waktu utama shalat Ashar adalah saat matahari masih cerah bersinar dan belum meredup.
- Kebiasaan Rasulullah yang selalu disiplin menyegerakan shalat wajib pada awal waktunya.
- Pentingnya memperhatikan tanda-tanda alam, seperti sinar matahari, untuk mengetahui masuknya waktu shalat.
