Sunan Abu Daud Hadits 3445 - Aturan Budak Mudabbar
Hadits Membatalkan Janji Merdeka Budak Demi Kebutuhan Makan Tuannya
Sunan Abu Daud : 3445
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3445
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ وَإِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ غُلَامًا لَهُ عَنْ دُبُرٍ مِنْهُ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُ فَأَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبِيعَ بِسَبْعِ مِائَةِ أَوْ بِتِسْعِ مِائَةِ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُسَافِرٍ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا الْأَوْزَاعِيُّ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ حَدَّثَنِي جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بِهَذَا زَادَ وَقَالَ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ أَحَقُّ بِثَمَنِهِ وَاللَّهُ أَغْنَى عَنْهُ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Seorang laki-laki berjanji kepada budaknya, bahwa dirinya akan merdeka setelah ia (tuan) meninggal, padahal ia tidak memiliki seorang pun selain budak tersebut. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar menjualnya, lalu budak tersebut dijual dengan harga tujuh ratus atau sembilan ratus.Telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Musafir] telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Bakr] telah mengabarkan kepada kami [Al Auza'i] telah menceritakan kepadaku ['Atha bin Abu Rabah] telah menceritakan kepadaku [Jabir bin Abdullah] dengan hadits ini, ia menambahkan: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Engkau lebih berhak terhadap harganya dan Allah tidak butuh kepadanya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Memenuhi kebutuhan pokok diri sendiri untuk bertahan hidup jauh lebih diutamakan sebelum memaksakan berbuat amal kebaikan kepada orang lain.
- Janji untuk memerdekakan budak setelah kematian tuan (mudabbar) diperbolehkan dibatalkan jika sang tuan benar-benar jatuh miskin saat masih hidup.
- Agama Islam selalu berpijak pada kehidupan nyata umatnya, tidak menuntut amal ibadah berlebihan yang membuat hidup pelakunya menjadi sengsara.
