Sunan Abu Daud Hadits 3448 - Undian Harta Wasiat Budak
Penggunaan Sistem Undian untuk Mengurus Masalah Harta Wasiat
Sunan Abu Daud : 3448
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3448
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَتِيقٍ وَأَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ سِتَّةَ أَعْبُدٍ عِنْدَ مَوْتِهِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَقْرَعَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً
Imran bin Hushain Diriwayatkan dari:
Seorang laki-laki telah memerdekakan enam budak dengan syarat sepeninggalnya, sementara ia tidak memiliki harta selain mereka. Kemudian hal tersebut sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau pun mengundi di antara mereka dan memerdekakan dua orang dan menyisakan empat orang sebagai budak.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menggunakan sistem pengundian diperbolehkan di dalam Islam sebagai upaya untuk menyelesaikan benturan hak yang rumit di antara banyak orang.
- Setiap keputusan agama selalu mencari keseimbangan paling baik antara niat mulia jenazah serta hak nafkah bagi keluarganya.
- Pihak penguasa atau hakim punya keleluasaan untuk membatalkan wasiat orang yang sudah mati jika wasiat itu terbukti sangat merugikan pihak keluarga.
