Sunan Abu Daud Hadits 369 - Waktu Shalat Di Atas Urusan Dunia
Peringatan Nabi Terhadap Pemimpin yang Sibuk Urusan Dunia
Sunan Abu Daud : 369
Sunan Abu DaudNomor Hadis 369
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ بْنِ أَعْيَنَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ أَبِي الْمُثَنَّى عَنْ ابْنِ أُخْتِ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَنْبَارِيُّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ الْمَعْنَى عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ أَبِي الْمُثَنَّى الْحِمْصِيِّ عَنْ أَبِي أُبَيٍّ ابْنِ امْرَأَةِ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا سَتَكُونُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي أُمَرَاءُ تَشْغَلُهُمْ أَشْيَاءُ عَنْ الصَّلَاةِ لِوَقْتِهَا حَتَّى يَذْهَبَ وَقْتُهَا فَصَلُّوا الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أُصَلِّي مَعَهُمْ قَالَ نَعَمْ إِنْ شِئْتَ وَقَالَ سُفْيَانُ إِنْ أَدْرَكْتُهَا مَعَهُمْ أُصَلِّي مَعَهُمْ قَالَ نَعَمْ إِنْ شِئْتَ
'Ubadah bin Ash Shamit Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya akan ada setelahku para pemimpin kalian yang disibukkan oleh urusan dunia dari melaksanakan shalat pada waktunya hingga waktunya pergi. Maka laksanakanlah shalat pada waktunya." Ada seorang lelaki bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah kami juga shalat bersama mereka?" Beliau menjawab: "Ya, jika engkau mau." Sufyan menyebutkan: "Jika saya mendapati shalat bersama mereka, apakah saya juga shalat bersama mereka?" Beliau menjawab: "Ya, jika engkau mau."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kesibukan terhadap urusan keduniawian tidak boleh dijadikan alasan kuat untuk meremehkan jam pelaksanaan shalat.
- Setiap orang harus bertanggung jawab penuh atas ibadahnya sendiri tanpa harus bergantung pada kelalaian orang lain.
- Diperbolehkan mengulang ibadah dalam keramaian untuk memupuk kebersamaan dan meredam kecurigaan di masyarakat.
- Membangun sikap lapang dada dalam menghadapi ujian hidup saat dipimpin oleh orang yang kurang memperhatikan agama.
