Sunan Abu Daud Hadits 373 - Makna Sebenarnya Dari Kelalaian Shalat
Definisi Kelalaian dalam Ibadah Shalat Menurut Rasulullah
Sunan Abu Daud : 373
Sunan Abu DaudNomor Hadis 373
حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ وَهُوَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ الْمُغِيرَةِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ أَنْ تُؤَخِّرَ صَلَاةً حَتَّى يَدْخُلَ وَقْتُ أُخْرَى
Abu Qatadah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Tidak ada sikap lalai ketika tidur, akan tetapi kelalaian itu hanya ada ketika terjaga, yaitu mengakhirkan shalat hingga datang waktu shalat yang lain."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kehilangan kesadaran akibat ketidaksengajaan istirahat bukanlah pelanggaran dosa di hadapan hukum Allah.
- Tindakan menunda ibadah tanpa alasan mendesak di saat pikiran sadar adalah perbuatan dosa yang menjerumuskan.
- Menjaga kedisiplinan hidup dan segera menuju tempat beribadah adalah langkah untuk menghindarkan diri dari kecerobohan nyata.
