Sunan Abu Daud Hadits 3768 - Ujian Nabi kepada Sosok Ibnu Shayyad
Siapakah Ibnu Shayyad? Interogasi Rasulullah Tentang Berita Gaib
Sunan Abu Daud : 3768
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3768
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ خُشَيْشُ بْنُ أَصْرَمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِابْنِ صَائِدٍ فِي نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فِيهِمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَهُوَ يَلْعَبُ مَعَ الْغِلْمَانِ عِنْدَ أُطُمِ بَنِي مَغَالَةَ وَهُوَ غُلَامٌ فَلَمْ يَشْعُرْ حَتَّى ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ظَهْرَهُ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالَ فَنَظَرَ إِلَيْهِ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ الْأُمِّيِّينَ ثُمَّ قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ثُمَّ قَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَأْتِيكَ قَالَ يَأْتِينِي صَادِقٌ وَكَاذِبٌ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِطَ عَلَيْكَ الْأَمْرُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي قَدْ خَبَّأْتُ لَكَ خَبِيئَةً وَخَبَّأَ لَهُ { يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ } قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ هُوَ الدُّخُّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْسَأْ فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي فَأَضْرِبَ عُنُقَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ يَكُنْ فَلَنْ تُسَلَّطَ عَلَيْهِ يَعْنِي الدَّجَّالَ وَإِلَّا يَكُنْ هُوَ فَلَا خَيْرَ فِي قَتْلِهِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersama beberapa orang sahabatnya, termasuk di dalamnya adalah Umar Ibnul Khaththab, melewati Ibnu Shaid ketika sedang bermain-main dengan beberapa anak kecil di sebuah bangunan tinggi milik bani Maghalah. Dan Ibnu Shaid waktu itu juga masih seorang bocah. Ia tidak sadar dengan kedatangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hingga beliau menepuk pundaknya dengan tangan, beliau lantas bertanya: "Apakah kamu bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?"Ibnu Shaid memperhatikan beliau, lalu ia menjawab: "Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah yang buta aksara." Setelah itu Ibnu Shaid berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah kamu juga bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam balik berkata: "Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bertanya kepadanya: "(Berita ghaib) apa yang kamu bawa?" Ibnu Shaid menjawab: "Telah datang kepadaku berita (ghaib) yang benar dan berita bohong."Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Perkaramu membingungkan (bercampur antara kebenaran dengan kedustaan)." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda lagi: "Sesungguhnya aku telah menyembunyikan sesuatu darimu." beliau menyembunyikan darinya: {Maka tunggulah ketika langit membawa kabut yang nyata.} Ibnu Shaid berkata: "Yang dimaksud itu adalah awan."Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas berkata kepadanya: "His, Sekali-kali engkau tidak akan dapat mendahului takdirmu." Kemudian Umar berkata: "Wahai Rasulullah, izinkanlah aku memenggal lehernya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika memang ia Dajjal, maka engkau tidak diberi kuasa untuk membunuhnya. Namun jika bukan dia, maka tidak ada manfaat membunuhnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kecerdasan bisikan setan (dukun atau peramal) sangatlah terbatas dan biasanya mencampurkan kebenaran dengan banyak kebohongan.
- Rasulullah berani secara langsung menguji dan membongkar kepalsuan orang yang mengaku menerima bisikan gaib.
- Umat Islam tidak diperkenankan asal menghukum atau membunuh seseorang walau orang itu dituduh memiliki ciri-ciri fitnah akhir zaman.
- Setiap manusia tidak akan pernah sanggup melampaui jalan takdir yang sudah Allah tetapkan baginya.
