Sunan Abu Daud Hadits 3883 - Batas Jumlah Cambukan Peminum Khamr

Sejarah Batas Jumlah Cambukan untuk Peminum Khamr

Sunan Abu DaudNomor Hadis 3883

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ الْمَعْنَى عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَلَدَ فِي الْخَمْرِ بِالْجَرِيدِ وَالنِّعَالِ وَجَلَدَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَرْبَعِينَ فَلَمَّا وُلِّيَ عُمَرُ دَعَا النَّاسَ فَقَالَ لَهُمْ إِنَّ النَّاسَ قَدْ دَنَوْا مِنْ الرِّيفِ وَقَالَ مُسَدَّدٌ مِنْ الْقُرَى وَالرِّيفِ فَمَا تَرَوْنَ فِي حَدِّ الْخَمْرِ فَقَالَ لَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ نَرَى أَنْ تَجْعَلَهُ كَأَخَفِّ الْحُدُودِ فَجَلَدَ فِيهِ ثَمَانِينَ قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ ابْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ جَلَدَ بِالْجَرِيدِ وَالنِّعَالِ أَرْبَعِينَ وَرَوَاهُ شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ضَرَبَ بِجَرِيدَتَيْنِ نَحْوَ الْأَرْبَعِينَ

Anas bin Malik Diriwayatkan dari:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menghukum peminum khamr dengan cambukan pelepah kurma dan sandal. Abu Bakr radliyallahu 'anhu mencambuk sebanyak empat puluh kali, maka ketika umar diangkat menjadi khalifah, ia menyeru orang-orang dan berpesan: "Sekarang manusia sudah banyak menghuni perkampungan, (Musaddad berkata: "Kota dan perkampungan.") Lalu bagaimana batasan hukum (dera) bagi peminum khamr menurut kalian?" 'Abdurrahman bin Auf lalu berkata kepadanya: "Menurutku, hendaklah engkau beri hukuman yang paling ringan." Umar lalu menghukumnya dengan delapan puluh deraan."Abu Dawud berkata: "Ibnu Abu Arubah meriwayatkannya dari [Qatadah], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau mendera (peminum khamr) dengan pelepah kurma dan sandal sebanyak empat puluh kali." Dan [Syu'bah] meriwayatkan dari [Qatadah], dari [Anas], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Beliau memukul dengan dua pelepah kurma sebanyak empat puluh kali."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Pada masa kehidupan Nabi dan khalifah Abu Bakar, pelaksanaan hukuman bagi peminum khamr dilakukan sebanyak batas empat puluh kali pukulan.
  • Pemimpin atau hakim negara berwenang untuk menambah beban hukuman demi kemaslahatan jika melihat kondisi pelanggaran yang kian marak di masyarakat.
  • Prinsip musyawarah antara para sahabat terbukti menjadi jalan keluar terbaik yang diambil oleh Umar dalam menyelesaikan masalah hukum publik baru.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami