Sunan Abu Daud Hadits 467 - Keutamaan Jamaah Subuh dan Isya serta Shaf Pertama
Beratnya Subuh dan Isya Bagi Orang Munafik serta Keutamaan Shaf Depan
Sunan Abu Daud : 467
Sunan Abu DaudNomor Hadis 467
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا الصُّبْحَ فَقَالَ أَشَاهِدٌ فُلَانٌ قَالُوا لَا قَالَ أَشَاهِدٌ فُلَانٌ قَالُوا لَا قَالَ إِنَّ هَاتَيْنِ الصَّلَاتَيْنِ أَثْقَلُ الصَّلَوَاتِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ وَلَوْ تَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَيْتُمُوهُمَا وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الرُّكَبِ وَإِنَّ الصَّفَّ الْأَوَّلَ عَلَى مِثْلِ صَفِّ الْمَلَائِكَةِ وَلَوْ عَلِمْتُمْ مَا فَضِيلَتُهُ لَابْتَدَرْتُمُوهُ وَإِنَّ صَلَاةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ وَحْدَهُ وَصَلَاتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى
Ubay bin Ka'ab Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengerjakan shalat Shubuh bersama kami, lalu beliau bersabda: "Apakah si fulan hadir?" Mereka (para sahabat) menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Apakah si fulan hadir?" Para sahabat menjawab: "Tidak."Beliau bersabda: "Dua shalat ini (Shubuh dan Isya) adalah shalat yang paling berat bagi orang-orang munafiq. Andai kata kalian mengetahui apa (keutamaan) yang ada pada keduanya, niscaya kalian akan menghadirinya sekalipun dengan merangkak, dan sesungguhnya shaf pertama adalah seperti shaf para malaikat. Seandainya kalian mengetahui keutamaan shaf pertama, niscaya kalian akan memperebutkannya.Sesungguhnya shalat seseorang yang berjama'ah dengan satu orang, adalah lebih baik daripada shalat sendirian. Dan shalatnya bersama dua orang jama'ah, adalah lebih baik daripada shalat bersama seorang jamaah. Semakin banyak jama'ahnya, maka semakin dicintai oleh Allah Ta'ala."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kemampuan mendirikan shalat jamaah saat Isya dan Subuh adalah obat pembersih diri dari tanda kemunafikan.
- Datang lebih awal dan mengisi kekosongan shaf baris terdepan menghadirkan kemuliaan setara barisan malaikat.
- Semakin banyak jumlah saudara seiman yang ikut dalam satu barisan shalat, semakin tinggi kecintaan Allah kepada amal mereka.
