Sunan Abu Daud Hadits 516 - Memindahkan Posisi Makmum
Imam Boleh Memindahkan Posisi Makmum yang Salah Saat Shalat
Sunan Abu Daud : 516
Sunan Abu DaudNomor Hadis 516
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ بِتُّ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ اللَّيْلِ فَأَطْلَقَ الْقِرْبَةَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ أَوْكَأَ الْقِرْبَةَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ فَقُمْتُ فَتَوَضَّأْتُ كَمَا تَوَضَّأَ ثُمَّ جِئْتُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَأَخَذَنِي بِيَمِينِهِ فَأَدَارَنِي مِنْ وَرَائِهِ فَأَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي هَذِهِ الْقِصَّةِ قَالَ فَأَخَذَ بِرَأْسِي أَوْ بِذُؤَابَتِي فَأَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Saya pernah bermalam di rumah bibi, Maimunah, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangun di malam hari, beliau membuka geriba (kantong air dari kulit) dan berwudlu, kemudian menutup kembali geriba tersebut dan berdiri untuk shalat. Lalu saya bangun dan berwudlu sebagaimana beliau berwudlu, kemudian saya menghampiri beliau dan berdiri di sisi kiri beliau, namun kemudian beliau memegang tanganku dan memindahkanku lewat belakang beliau hingga aku ditempatkan di sisi kanan beliau, lalu aku pun shalat dengan beliau.Telah menceritakan kepada kami ['Amru bin 'Aun] telah mengabarkan kepada kami [Husyaim] dari [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] dalam kisah ini dia berkata: Beliau memegang kepalaku atau rambut kepalaku kemudian menempatkanku di sebelah kanan beliau.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Satu-satunya posisi yang dibenarkan untuk seorang makmum tunggal adalah berdiri di sebelah kanan imam, bukan kiri.
- Imam diperbolehkan menarik atau memindahkan makmum yang salah posisi meskipun ibadah shalat sedang berjalan.
- Pendidikan ibadah sejak dini seperti membiasakan anak ikut shalat malam merupakan tradisi keluarga yang sangat mulia.
