Sunan Abu Daud Hadits 568 - Shalawat Istimewa Bagi Penghuni Shaf Pertama
Turunnya Shalawat Allah dan Malaikat Untuk Shaf Terdepan
Sunan Abu Daud : 568
Sunan Abu DaudNomor Hadis 568
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ وَأَبُو عَاصِمِ بْنُ جَوَّاسٍ الْحَنَفِيُّ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ طَلْحَةَ الْيَامِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْسَجَةَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَلَّلُ الصَّفَّ مِنْ نَاحِيَةٍ إِلَى نَاحِيَةٍ يَمْسَحُ صُدُورَنَا وَمَنَاكِبَنَا وَيَقُولُ لَا تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَلِ
Al Bara' bin 'Azib Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa memasuki celah-celah shaf, dari ujung ke ujung lainnya seraya mengusap dada dan pundak kami, lalu bersabda: "Janganlah kalian berselisih, sehingga akan membuat hati kalian berselisih juga." Beliau juga bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada shaf-shaf pertama."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Imam hendaknya bersikap proaktif turun tangan mengecek dan membimbing kesamaan langkah para makmumnya.
- Terhampar pahala maha besar, yakni panjatan shalawat dari Sang Khaliq bagi mereka yang berada di shaf nomor wahid.
- Terjaganya kesamaan letak dalam ritual keagamaan berguna sebagai pagar pelindung supaya tidak timbul perselisihan antarteman.
