Sunan Abu Daud Hadits 569 - Aturan Takbiratul Ihram Setelah Shaf Tertata
Takbiratul Ihram Tertunda Sebelum Barisan Terbukti Lurus
Sunan Abu Daud : 569
Sunan Abu DaudNomor Hadis 569
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا حَاتِمٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي صَغِيرَةَ عَنْ سِمَاكٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي صُفُوفَنَا إِذَا قُمْنَا لِلصَّلَاةِ فَإِذَا اسْتَوَيْنَا كَبَّرَ
An Nu'man bin Basyir Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa meluruskan shaf-shaf kami apabila kami berdiri untuk shalat. Apabila barisan kami telah lurus, maka beliau bertakbir.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pelaksanaan rukun takbiratul ihram baru dipandang pantas dikerjakan setelah memastikan kelurusan jamaah belakang.
- Kerapian letak barisan masuk dalam rangkaian persiapan ibadah yang dipegang teguh keutamaannya.
- Seorang pemimpin majelis mesti mengambil kontrol dan memberikan waktu cukup agar pengikut siap memulai rutinitas.
