Sunan Abu Daud Hadits 582 - Anjuran Merapatkan Shaf Depan
Hadits Tentang Anjuran Mengisi Shaf Depan dan Tidak Berlambat-lambatan
Sunan Abu Daud : 582
Sunan Abu DaudNomor Hadis 582
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخُزَاعِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي أَصْحَابِهِ تَأَخُّرًا فَقَالَ لَهُمْ تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Abu Sa'id Al Khudri Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melihat pada sahabat-sahabatnya saling bersikap lamban (untuk maju ke depan), maka beliau bersabda kepada mereka: "Majulah dan ikutilah aku, dan hendaklah orang yang di belakang kalian mengikuti kalian. Suatu kaum masih saja bersikap lamban, sehingga Allah azza wa jalla juga akan memperlamban mereka (dari RahmatNya)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan untuk bersegera maju dan mengisi shaf terdepan saat shalat jamaah.
- Makmum wajib memperhatikan dan mengikuti panduan imam di depannya dengan baik.
- Sikap sering menunda atau bermalas-malasan dalam kebaikan bisa berujung pada tertundanya rahmat dari Allah.
