Sunan Abu Daud Hadits 589 - Membawa Tombak Saat Shalat Id
Penggunaan Batang Tombak Sebagai Sutrah di Tanah Terbuka
Sunan Abu Daud : 589
Sunan Abu DaudNomor Hadis 589
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ يَوْمَ الْعِيدِ أَمَرَ بِالْحَرْبَةِ فَتُوضَعُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيُصَلِّي إِلَيْهَا وَالنَّاسُ وَرَاءَهُ وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السَّفَرِ فَمِنْ ثَمَّ اتَّخَذَهَا الْأُمَرَاءُ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hendak pergi melakukan shalat pada Hari Raya, beliau memerintahkan untuk membawa tombak, lalu ditancapkannya di depan beliau. lalu beliau shalat menghadap kepadanya, sementara orang-orang berdiri di belakang beliau. Hal itu juga dilakukan beliau sewaktu dalam perjalanan, yang kemudian dicontoh oleh para pemimpin.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tombak kecil, kayu panjang, atau alat sejenis bisa ditancapkan dengan baik sebagai sutrah.
- Tradisi memakai pembatas tidak boleh diremehkan walau sedang beribadah dalam keadaan safar.
- Para pimpinan jamaah hendaknya memberikan tauladan praktik ibadah yang taat pada arahan syariat.
