Sunan Abu Daud Hadits 768 - Larangan Bertolak Pinggang Dalam Shalat
Larangan Meletakkan Tangan di Lambung Saat Shalat
Sunan Abu Daud : 768
Sunan Abu DaudNomor Hadis 768
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ وَكِيعٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ زِيَادِ بْنِ صَبِيحٍ الْحَنَفِيِّ قَالَ صَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ ابْنِ عُمَرَ فَوَضَعْتُ يَدَيَّ عَلَى خَاصِرَتَيَّ فَلَمَّا صَلَّى قَالَ هَذَا الصَّلْبُ فِي الصَّلَاةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْهُ
Ziyad bin Shabih Al Hanafi Diriwayatkan dari:
Saya shalat di samping [Ibnu Umar], lalu aku meletakkan kedua tanganku pada kedua lambungku (bertolak pinggang), seusainya shalat, dia berkata: "Ini adalah salib dalam shalat, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang perbuatan seperti ini."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang keras melakukan gerakan bertolak pinggang atau meletakkan tangan di lambung saat shalat.
- Posisi bertolak pinggang dalam shalat diserupakan dengan postur yang dilarang untuk ditiru umat Islam.
- Menjaga sikap rendah hati dan menghindari gaya yang sombong dalam gerakan shalat adalah keharusan.
