Sunan Abu Daud Hadits 93 - Pentingnya Niat dalam Wudhu dan Mandi
Wudhu dan Mandi Tidak Sah Tanpa Niat Ibadah
Sunan Abu Daud : 93
Sunan Abu DaudNomor Hadis 93
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ الدَّرَاوَرْدِيِّ قَالَ وَذَكَرَ رَبِيعَةُ أَنَّ تَفْسِيرَ حَدِيثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ أَنَّهُ الَّذِي يَتَوَضَّأُ وَيَغْتَسِلُ وَلَا يَنْوِي وُضُوءًا لِلصَّلَاةِ وَلَا غُسْلًا لِلْجَنَابَةِ
Rabi'ah Diriwayatkan dari:
Tafsir hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Tidak sah wudlu orang yang tidak menyebut nama Allah padanya", adalah orang yang berwudlu atau mandi janabah tetapi tidak meniatkan wudlu dan mandi janabahnya untuk shalat.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Niat di dalam hati adalah syarat wajib yang membedakan aktivitas mandi biasa dengan ibadah bersuci.
- Wudhu yang dilakukan hanya untuk mendinginkan badan tanpa niat shalat tidak bisa dipakai untuk ibadah.
- Selalu hadirkan niat ibadah karena Allah sebelum membasuhkan air pertama kali ke anggota wudhu.
