Shahih Bukhari Hadits 1140 - Kesibukan Ibadah Shalat
Hukum Menjawab Salam Ketika Shalat: Fokus Penuh Kepada Allah
Shahih Bukhari : 1140
Shahih BukhariNomor Hadis 1140
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنْتُ أُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَيَرُدُّ عَلَيَّ فَلَمَّا رَجَعْنَا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ وَقَالَ إِنَّ فِي الصَّلَاةِ لَشُغْلًا
Abdullah Diriwayatkan dari:
Aku pernah memberi salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika Beliau sedang shalat maka Beliau membalas salamku. Ketika kami kembali (dari negeri An-Najasyi), aku memberi salam kembali kepada Beliau namun Beliau tidak membalas salamku. Kemudian Beliau berkata: "Sesungguhnya dalam shalat terdapat kesibukan".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Syariat Islam secara perlahan disempurnakan dari yang membolehkan bicara hingga mewajibkan keheningan mutlak saat shalat.
- Dilarang keras menyela atau membalas sapaan orang lain ketika sedang dalam posisi mengerjakan gerakan shalat.
- Hakikat ibadah shalat adalah memutuskan sementara waktu hubungan manusia demi membangun komunikasi penuh dengan Allah.
- Makna 'kesibukan dalam shalat' berarti pikiran tidak boleh kosong, melainkan harus dipenuhi dengan tadabbur Al-Qur'an dan doa.
