Shahih Bukhari Hadits 1152 - Tasyahud dalam Sujud Sahwi
Cara Sujud Sahwi dan Tidak Adanya Tasyahud Setelahnya
Shahih Bukhari : 1152
Shahih BukhariNomor Hadis 1152
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ أَبِي تَمِيمَةَ السَّخْتِيَانِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ مِنْ اثْنَتَيْنِ فَقَالَ لَهُ ذُو الْيَدَيْنِ أَقَصُرَتْ الصَّلَاةُ أَمْ نَسِيتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَدَقَ ذُو الْيَدَيْنِ فَقَالَ النَّاسُ نَعَمْ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى اثْنَتَيْنِ أُخْرَيَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ رَفَعَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ عَلْقَمَةَ قَالَ قُلْتُ لِمُحَمَّدٍ فِي سَجْدَتَيْ السَّهْوِ تَشَهُّدٌ قَالَ لَيْسَ فِي حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Ketika Rasulullah menyelesaikan shalatnya yang baru dua raka'at, Dzul Yadain berkata kepada Beliau: "Apakah shalat diqashar atau anda lupa, wahai Rasulullah?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Apakah benar yang dikatakan Dzul Yadain?" Orang-orang menjawab: "Benar". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan mengerjakan shalat dua raka'at yang kurang tadi kemudian memberi salam. Kemudian Beliau bertakbir lalu sujud seperti sujudnya (yang biasa) atau lebih lama lagi kemudian mengangkat kepalanya".Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Salamah bin 'Alqamah] berkata: "Aku bertanya kepada [Muhammad] tentang dua sujud sahwi apakah ada tasyahudnya?" Dia menjawab: "Tidak ada menurut hadits Abu Hurairah".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kekurangan rakaat karena lupa bisa langsung disambung saat itu juga jika jeda waktu selesainya belum terlalu lama.
- Gerakan sujud sahwi dilaksanakan secara wajar seperti sujud biasa dalam shalat, dan boleh juga dipanjangkan.
- Menurut pemahaman hadits ini, tidak ada kewajiban membaca tasyahud lagi setelah kita bangkit dari kedua sujud sahwi.
