Shahih Bukhari Hadits 1159 - Isyarat Kepala Saat Shalat
Bolehnya Memberi Isyarat Kepala Saat Mengerjakan Shalat Gerhana
Shahih Bukhari : 1159
Shahih BukhariNomor Hadis 1159
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا الثَّوْرِيُّ عَنْ هِشَامٍ عَنْ فَاطِمَةَ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا وَهِيَ تُصَلِّي قَائِمَةً وَالنَّاسُ قِيَامٌ فَقُلْتُ مَا شَأْنُ النَّاسِ فَأَشَارَتْ بِرَأْسِهَا إِلَى السَّمَاءِ فَقُلْتُ آيَةٌ فَقَالَتْ بِرَأْسِهَا أَيْ نَعَمْ
Asma' Diriwayatkan dari:
Aku menemui Aisyah radliyallahu 'anha sedangkan saat itu dia sedang berdiri shalat begitu juga orang-orang sedang mengerjakan shalat. Lalu aku bertanya: "Apa yang sedang terjadi?" Maka dia memberi isyarat ke atas dengan kepalanya. Lalu aku berkata: "Benarkah tanda itu (gerhana)?" Maka dia menjawab dengan (menganggukkan) kepalanya tanda mengiyakan".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang yang sedang shalat diperbolehkan merespons pertanyaan orang lain dengan isyarat gerakan kepala untuk urusan penting.
- Gerakan ringan yang diperlukan seperti mengangguk atau menunjuk tidak akan membatalkan ibadah shalat.
- Ibadah shalat saat terjadi gerhana dianjurkan untuk dikerjakan secara bersama-sama dalam kondisi berdiri.
