Shahih Bukhari Hadits 1201 - Aturan Ihdad Saat Ayah Wafat
Aturan Masa Berkabung (Ihdad) Wanita Muslimah atas Kematian Ayah
Shahih Bukhari : 1201
Shahih BukhariNomor Hadis 1201
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ نَافِعٍ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ قَالَتْ لَمَّا جَاءَ نَعْيُ أَبِي سُفْيَانَ مِنْ الشَّأْمِ دَعَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بِصُفْرَةٍ فِي الْيَوْمِ الثَّالِثِ فَمَسَحَتْ عَارِضَيْهَا وَذِرَاعَيْهَا وَقَالَتْ إِنِّي كُنْتُ عَنْ هَذَا لَغَنِيَّةً لَوْلَا أَنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ فَإِنَّهَا تُحِدُّ عَلَيْهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
Zainab binti Abu Salamah Diriwayatkan dari:
Ketika kabar kematian Abu Sufyan sampai dari negeri Syam, Ummu Habibah radliyallahu 'anha meminta wewangian pada hari ketiga lalu memakainya untuk bagian sisi badannya dan lengannya dan berkata: Sungguh bagiku ini sudah cukup seandainya aku tidak mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir untuk berkabung melebihi tiga hari kecuali bila ditinggal mati suaminya yang saat itu dia boleh berkabung sampai empat bulan sepuluh hari".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang keras memperpanjang waktu masa berkabung melebihi batas tiga hari, bahkan untuk kematian sosok orang tua sekalipun.
- Masa berkabung akibat wafatnya suami memiliki aturan hukum tersendiri yang wajib dijalankan selama empat bulan sepuluh hari.
- Kepatuhan wanita dalam mematuhi aturan berduka ini dianggap sebagai salah satu bukti kuat keimanannya kepada Allah dan Hari Akhir.
