Shahih Bukhari Hadits 1217 - Qunut Nazilah
Kesedihan Terdalam Nabi dan Pelaksanaan Doa Qunut Sebulan Penuh
Shahih Bukhari : 1217
Shahih BukhariNomor Hadis 1217
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا حِينَ قُتِلَ الْقُرَّاءُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَزِنَ حُزْنًا قَطُّ أَشَدَّ مِنْهُ
Anas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan do'a qunut selama sebulan pada waktu terbunuhnya para Qurra' (penghafal Al Qur'an). Dan belum pernah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedemikian sedih yang melebihi kesedihannya pada waktu itu.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan membaca doa qunut khusus (Qunut Nazilah) ketika umat Islam sedang mengalami tragedi atau musibah besar.
- Rasulullah memiliki rasa sayang dan kepedulian yang sangat mendalam terhadap para sahabat, khususnya penghafal Al-Qur'an.
- Merasa sedih atas wafatnya para ulama atau orang-orang saleh adalah hal yang sangat manusiawi.
