Shahih Bukhari Hadits 1216 - Mencegah Ratapan
Ketegasan Rasulullah Menghentikan Ratapan Wanita
Shahih Bukhari : 1216
Shahih BukhariNomor Hadis 1216
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى قَالَ أَخْبَرَتْنِي عَمْرَةُ قَالَتْ سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ لَمَّا جَاءَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَتْلُ ابْنِ حَارِثَةَ وَجَعْفَرٍ وَابْنِ رَوَاحَةَ جَلَسَ يُعْرَفُ فِيهِ الْحُزْنُ وَأَنَا أَنْظُرُ مِنْ صَائِرِ الْبَابِ شَقِّ الْبَابِ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ إِنَّ نِسَاءَ جَعْفَرٍ وَذَكَرَ بُكَاءَهُنَّ فَأَمَرَهُ أَنْ يَنْهَاهُنَّ فَذَهَبَ ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَةَ لَمْ يُطِعْنَهُ فَقَالَ انْهَهُنَّ فَأَتَاهُ الثَّالِثَةَ قَالَ وَاللَّهِ لَقَدْ غَلَبْنَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَزَعَمَتْ أَنَّهُ قَالَ فَاحْثُ فِي أَفْوَاهِهِنَّ التُّرَابَ فَقُلْتُ أَرْغَمَ اللَّهُ أَنْفَكَ لَمْ تَفْعَلْ مَا أَمَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ تَتْرُكْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْعَنَاءِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Ketika telah tiba di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jenazah Ibnu Haritsah, Ja'far dan Ibnu Rawahah, Beliau duduk dengan nampak kesedihannya sedangkan aku melihat dari lobang pintu. Lalu datang seorang laki-laki seraya berkata: "Sesungguhnya isteri-isterinya Ja'far." Lalu orang itu menceritakan tentang tangisan mereka. Maka Beliau memerintahkan laki-laki itu agar melarang mereka.Orang itu pergi namun kemudian datang untuk kedua kalinya dan belum berhasil melaksanakan perintah Beliau. Lalu Beliau berkata: "Laranglah mereka?" Orang itu datang untuk ketiga kalinya seraya berkata: "Demi Allah, mereka mengalahkan kami wahai Rasulullah." 'Aisyah radliyallahu 'anha menduga Beliau kemudian berkata: "Sumpallah mulut-mulut mereka dengan tanah."Aku berkata kepada laki-laki itu: "Semoga Allah menyumpal hidungmu karena belum melaksanakan apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perintahkan, serta kamu tidak meninggalkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari kondisinya yang lelah dan kesusahan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Aturan agama tetap harus ditegakkan dengan tegas meskipun seseorang atau masyarakat sedang dilanda musibah besar.
- Kesedihan yang wajar diperbolehkan, namun jika sudah berubah menjadi ratapan histeris harus segera dihentikan.
- Mengabaikan peringatan saat ditegur untuk berhenti meratapi mayat dapat mendatangkan kemarahan yang keras.
