Shahih Bukhari Hadits 1246 - Berdiri di Tengah Jenazah Wanita
Hadits Posisi Shalat Jenazah Wanita Meninggal Nifas
Shahih Bukhari : 1246
Shahih BukhariNomor Hadis 1246
حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مَيْسَرَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ حَدَّثَنَا سَمُرَةُ بْنُ جُنْدَبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَلَّيْتُ وَرَاءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى امْرَأَةٍ مَاتَتْ فِي نِفَاسِهَا فَقَامَ عَلَيْهَا وَسَطَهَا
Samurah bin Jundub Diriwayatkan dari:
Aku pernah di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ikut menshalati jenazah wanita yang meninggal pada masa nifasnya. Beliau berdiri di tengah jenazah tersebut".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sunnah bagi imam untuk tidak berdiri di dekat kepala jika jenazah yang dishalatkan adalah perempuan, melainkan di bagian tengah tubuhnya.
- Meninggal dunia dalam keadaan nifas adalah takdir yang berat, sehingga sesama Muslim wajib menyalatkan dan mendoakan kelangpangannya.
- Pentingnya melihat langsung praktik ibadah dari Rasulullah agar umat tidak salah dalam menjalankan tata cara ibadah sehari-hari.
