Shahih Bukhari Hadits 1262 - Larangan di Tanah Haram Makkah
Hukum Mencabut Tumbuhan dan Berburu di Tanah Haram
Shahih Bukhari : 1262
Shahih BukhariNomor Hadis 1262
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَوْشَبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَرَّمَ اللَّهُ مَكَّةَ فَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي وَلَا لِأَحَدٍ بَعْدِي أُحِلَّتْ لِي سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ لَا يُخْتَلَى خَلَاهَا وَلَا يُعْضَدُ شَجَرُهَا وَلَا يُنَفَّرُ صَيْدُهَا وَلَا تُلْتَقَطُ لُقَطَتُهَا إِلَّا لِمُعَرِّفٍ فَقَالَ الْعَبَّاسُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَّا الْإِذْخِرَ لِصَاغَتِنَا وَقُبُورِنَا فَقَالَ إِلَّا الْإِذْخِرَ وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقُبُورِنَا وَبُيُوتِنَا وَقَالَ أَبَانُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ وَقَالَ مُجَاهِدٌ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا لِقَيْنِهِمْ وَبُيُوتِهِمْ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Allah telah mengharamkan kota Makkah, maka tidak dihalalkan bagi seorangpun sebelum dan sesudahku melakukan pelanggaran disana, yang sebelumnya pernah dihalalkan untukku beberapa saat dalam suatu hari. Di Makkah tidak boleh diambil rumputnya dan tidak boleh ditebang pohonnya dan tidak boleh diburu hewan buruannya dan tidak ditemukan satupun barang temuan kecuali untuk diserahkan kepada juru pengumuman (agar dikembalikan kepada pemiliknya)".berkata Al 'Abbas radliyallahu 'anhu kecuali pohon idzkhir (pohon yang harum baunya) yang berguna untuk pengerjaan celup (pewarnaan pakaian) dan kubur-kubur kami. Maka Beliau bersabda: "Ya kecuali pohon idzkhir".Dan berkata Abu Hurairah radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Untuk kubur-kubur mereka dan rumah-rumah mereka".Dan berkata Aban bin Shalih dari [Al Hasan bin Muslim] dari [Shafiyah binti Syaibah] bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda seperti ini.Dan berkata Mujahid dari [Thawus] dari Ibnu 'Abbas radliyallahu 'anhu: "Dan untuk alat berhias mereka (parfum) dan rumah-rumah mereka".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kota Makkah adalah Tanah Haram yang sangat disucikan, segala bentuk perusakan alam sangat dilarang di sana.
- Barang temuan (luqathah) di Makkah memiliki hukum yang ketat dan tidak boleh diambil untuk dimiliki pribadi.
- Adanya pengecualian hukum dalam Islam jika memang ada kebutuhan masyarakat yang mendesak, seperti penggunaan rumput Idzkhir.
