Shahih Bukhari Hadits 1340 - Anjuran Rasulullah Untuk Menyegerakan Pembagian Sedekah
Kisah Nabi Tergesa-gesa Membagikan Emas Sedekah Seusai Shalat Ashar
Shahih Bukhari : 1340
Shahih BukhariNomor Hadis 1340
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ أَنَّ عُقْبَةَ بْنَ الْحَارِثِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ قَالَ صَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَصْرَ فَأَسْرَعَ ثُمَّ دَخَلَ الْبَيْتَ فَلَمْ يَلْبَثْ أَنْ خَرَجَ فَقُلْتُ أَوْ قِيلَ لَهُ فَقَالَ كُنْتُ خَلَّفْتُ فِي الْبَيْتِ تِبْرًا مِنْ الصَّدَقَةِ فَكَرِهْتُ أَنْ أُبَيِّتَهُ فَقَسَمْتُهُ
'Uqbah bin Al Harits Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat 'Ashar berjama'ah bersama kami. Tiba-tiba Beliau dengan tergesa-gesa memasuki rumah. Tidak lama kemudian Beliau keluar, dan aku bertanya atau dikatakan kepada Beliau tentang ketergesaannya itu. Maka Beliau berkata: "Aku tinggalkan dalam rumah sebatang emas dari harta shadaqah. Aku tidak mau bila sampai bermalam, maka aku bagi-bagikan".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Harta titipan umat atau sedekah harus segera dibagikan kepada yang berhak tanpa ditunda-tunda.
- Rasulullah memberikan contoh langsung tentang pentingnya kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap harta sedekah.
- Mengakhiri urusan kebaikan secepat mungkin jauh lebih baik daripada membiarkannya mengendap dan membebani pikiran.
