Shahih Bukhari Hadits 1374 - Sedekah Ibu untuk Anak
Keutamaan dan Pahala Menginfakkan Harta untuk Kebutuhan Anak Sendiri
Shahih Bukhari : 1374
Shahih BukhariNomor Hadis 1374
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلِيَ أَجْرٌ أَنْ أُنْفِقَ عَلَى بَنِي أَبِي سَلَمَةَ إِنَّمَا هُمْ بَنِيَّ فَقَالَ أَنْفِقِي عَلَيْهِمْ فَلَكِ أَجْرُ مَا أَنْفَقْتِ عَلَيْهِمْ
Ummu Salamah Diriwayatkan dari:
Aku berkata: "Wahai Rasulullah, apakah bagiku pahala bila aku menginfaqkan harta untuk anak-anak Abu Salamah padahal mereka itu anak-anakku?". Maka Beliau bersabda: "Berinfaqlah untuk mereka dan kamu akan mendapatkan pahala dari apa yang kamu infaqkan buat mereka".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang ibu mendapatkan pahala besar karena membiayai dan memberikan nafkah kepada anak-anaknya.
- Berinfak tidak melulu harus disalurkan ke luar rumah, menafkahi keluarga inti juga merupakan amal yang sangat mulia.
- Islam memberikan penghargaan yang sangat tinggi terhadap setiap bentuk pengorbanan finansial di dalam sebuah keluarga.
