Shahih Bukhari Hadits 1452 - Sunnah Persiapan Sebelum Ihram
Langkah Persiapan Menjelang Niat Ihram ala Ibnu Umar
Shahih Bukhari : 1452
Shahih BukhariNomor Hadis 1452
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ نَافِعٍ قَالَ كَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا إِذَا أَرَادَ الْخُرُوجَ إِلَى مَكَّةَ ادَّهَنَ بِدُهْنٍ لَيْسَ لَهُ رَائِحَةٌ طَيِّبَةٌ ثُمَّ يَأْتِي مَسْجِدَ ذِي الْحُلَيْفَةِ فَيُصَلِّي ثُمَّ يَرْكَبُ وَإِذَا اسْتَوَتْ بِهِ رَاحِلَتُهُ قَائِمَةً أَحْرَمَ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ
Nafi' Diriwayatkan dari:
Adalah Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma apabila hendak keluar menuju Makkah (untuk berhaji) dia memakai pakaian yang tidak menggunakan wewangian kemudian memasuki masjid Dzul Halaifah lalu shalat kemudian menaiki tunggangannya. Dan apabila tunggangannya sudah berdiri tegak dia memulai ihram kemudian berkata: "Beginilah aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jamaah haji atau umrah dianjurkan merapikan diri memakai minyak badan/rambut asalkan tidak beraroma wangi sesaat sebelum niat ihram.
- Disunnahkan untuk mampir dan melaksanakan shalat di masjid sekitar area miqat seperti Dzul Hulaifah.
- Pelafalan niat ihram sangat baik dilakukan ketika posisi jamaah sudah rapi dan siap bergerak dari miqat di atas kendaraan.
