Shahih Bukhari Hadits 1557 - Kesetiaan Ibnu Umar Meniru Perjalanan Nabi
Ketelitian Ibnu Umar Meniru Jejak Perjalanan Nabi ke Muzdalifah
Shahih Bukhari : 1557
Shahih BukhariNomor Hadis 1557
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ عَنْ نَافِعٍ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَجْمَعُ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِجَمْعٍ غَيْرَ أَنَّهُ يَمُرُّ بِالشِّعْبِ الَّذِي أَخَذَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَدْخُلُ فَيَنْتَفِضُ وَيَتَوَضَّأُ وَلَا يُصَلِّي حَتَّى يُصَلِّيَ بِجَمْعٍ
Nafi' Diriwayatkan dari:
Dahulu 'Abdullah bin 'Umar radliyallahu 'anhuma biasa menjama' antara shalat Maghrib dan 'Isya' di daerah Jama' (Muzdalifah) padahal dia melewati bukit (Asy Syi'ib) yang juga pernah dilewati oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka dia mendatangi bukit itu lalu beristinja' dengan batu kemudian berwudlu dan tidak shalat hingga dia shalat di daerah Jama'.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan untuk mengikuti tata cara ibadah haji semirip mungkin dengan yang dicontohkan Rasulullah.
- Kebolehan beristinja menggunakan media batu saat sedang dalam kondisi perjalanan (safar).
- Penegasan untuk selalu menjama' shalat Maghrib dan Isya ketika jamaah baru saja sampai di Muzdalifah.
