Shahih Bukhari Hadits 1556 - Menunda Shalat Maghrib Saat Menuju Muzdalifah
Tuntunan Rasulullah Menunda Shalat ke Muzdalifah
Shahih Bukhari : 1556
Shahih BukhariNomor Hadis 1556
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ أَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ مَالَ إِلَى الشِّعْبِ فَقَضَى حَاجَتَهُ فَتَوَضَّأَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُصَلِّي فَقَالَ الصَّلَاةُ أَمَامَكَ
Usamah bin Zaid Diriwayatkan dari:
Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertolak meninggalkan 'Arafah Beliau menuju bukit (Asy Syi'ib) untuk menunaikan hajatnya, kemudian Beliau berwudlu'. Aku bertanya: "Wahai Rasulullah apakah kita shalat disini (sekarang)?" Beliau menjawab: "Shalat nanti saja di depan".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Disunnahkan menunda shalat Maghrib untuk dikerjakan secara jama' takhir setibanya di Muzdalifah.
- Diperbolehkan untuk singgah beristirahat, membuang hajat, dan berwudhu di pertengahan jalan saat haji.
- Pentingnya menanyakan aturan ibadah kepada orang yang berilmu (Nabi) jika merasa ragu.
