Shahih Bukhari Hadits 1570 - Menjama' Shalat di Muzdalifah
Ketentuan Menjama' Shalat Maghrib dan Isya di Muzdalifah
Shahih Bukhari : 1570
Shahih BukhariNomor Hadis 1570
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَارَةُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى صَلَاةً بِغَيْرِ مِيقَاتِهَا إِلَّا صَلَاتَيْنِ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلَّى الْفَجْرَ قَبْلَ مِيقَاتِهَا
Abdullah Diriwayatkan dari:
Tidaklah pernah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat bukan pada waktunya kecuali dua shalat ini, yaitu Beliau menjama' shalat Maghrib dan 'Isya' dan melaksanakan shalat fajar sebelum waktunya".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Disyariatkan untuk menjamak shalat Maghrib dan Isya bagi jamaah haji saat tiba di Muzdalifah.
- Dianjurkan mempercepat shalat Subuh di awal waktu saat berada di Muzdalifah.
- Nabi sangat disiplin menjaga waktu shalat, kecuali pada kondisi ibadah khusus yang memiliki aturan tersendiri.
