Shahih Bukhari Hadits 1619 - Kemudahan Urutan Amalan Haji
Kelonggaran dari Nabi dalam Mengurutkan Amalan Haji
Shahih Bukhari : 1619
Shahih BukhariNomor Hadis 1619
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِيلَ لَهُ فِي الذَّبْحِ وَالْحَلْقِ وَالرَّمْيِ وَالتَّقْدِيمِ وَالتَّأْخِيرِ فَقَالَ لَا حَرَجَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang menyembelih hewan qurban, mencukur rambut dan melempar jumrah antara mendahului atau mengakhirkan amal-amal tersebut satu sama lain. Beliau menjawab: "Tidak dosa".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Agama Islam dibangun di atas kemudahan, bukan untuk menyulitkan umatnya.
- Tidak berdosa jika tidak sengaja mengubah urutan amalan haji seperti menyembelih dan mencukur.
- Dianjurkan untuk bertanya kepada ahli ilmu jika merasa ragu tentang pelaksanaan ibadah.
