Shahih Bukhari Hadits 1627 - Dispensasi Mabit di Makkah
Keringanan dari Nabi Bagi Petugas Pelayan Jamaah Haji
Shahih Bukhari : 1627
Shahih BukhariNomor Hadis 1627
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا رَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذِنَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ الْعَبَّاسَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْتَأْذَنَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَبِيتَ بِمَكَّةَ لَيَالِيَ مِنًى مِنْ أَجْلِ سِقَايَتِهِ فَأَذِنَ لَهُ تَابَعَهُ أَبُو أُسَامَةَ وَعُقْبَةُ بْنُ خَالِدٍ وَأَبُو ضَمْرَةَ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi keringanan.Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakar] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepada saya ['Ubaidullah] dari [Nafi'] dari Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan izin.Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [bapakku] telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah] berkata: telah menceritakan kepada saya [Nafi'] dari Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma bahwa:Al 'Abbas radliyallahu 'anhu meminta izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk bermalam di Makkah selama malam-malam Mina untuk (melayani) menyediakan minum bagi Beliau. Maka Beliau mengizinkannya.Hadits ini dikuatkan oleh [Abu Usamah], ['Uqbah bin Khalid] dan Abu Dlamrah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Memberikan pelayanan publik yang bermanfaat bisa menjadi alasan sah untuk mendapat keringanan ibadah tertentu.
- Aturan mabit di Mina yang asalnya wajib bisa ditinggalkan jika ada kepentingan mengurus jamaah.
- Pemimpin agama berhak memberikan izin atau dispensasi ibadah kepada orang yang memiliki tanggung jawab besar.
