Shahih Bukhari Hadits 1770 - Larangan Berkata Dusta Saat Sedang Puasa
Pentingnya Menjaga Lisan dan Perbuatan Saat Berpuasa
Shahih Bukhari : 1770
Shahih BukhariNomor Hadis 1770
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan keji dan berbuat keji, Allah tidak butuh orang itu meninggalkan makan dan minumnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang yang sedang berpuasa diwajibkan untuk menahan diri dari segala perkataan keji dan perilaku dusta.
- Berbuat keburukan dan mengucapkan hal yang kotor dapat merusak pahala puasa di hadapan Allah.
- Allah tidak akan menerima nilai ibadah puasa seseorang yang akhlaknya tetap buruk selama berpuasa.
- Puasa menuntut pengendalian diri secara penuh, baik dari dorongan perut maupun ucapan buruk.
