Shahih Bukhari Hadits 1801 - Tebusan Puasa
Keringanan Hukuman Kifarat Bagi Keluarga Miskin
Shahih Bukhari : 1801
Shahih BukhariNomor Hadis 1801
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ الْأَخِرَ وَقَعَ عَلَى امْرَأَتِهِ فِي رَمَضَانَ فَقَالَ أَتَجِدُ مَا تُحَرِّرُ رَقَبَةً قَالَ لَا قَالَ فَتَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا قَالَ أَفَتَجِدُ مَا تُطْعِمُ بِهِ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا قَالَ فَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ وَهُوَ الزَّبِيلُ قَالَ أَطْعِمْ هَذَا عَنْكَ قَالَ عَلَى أَحْوَجَ مِنَّا مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ مِنَّا قَالَ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Datang seorang laki-laki kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: "Ada seseorang yang berhubungan dengan isterinya pada siang hari Ramadhan." Beliau bertanya: "Apakah kamu memiliki budak untuk kamu bebaskan?" Orang itu menjawab: "Tidak." Lalu Beliau bertanya lagi: "Apakah kamu sanggup bila harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut?" Orang itu menjawab: "Tidak." Lalu Beliau bertanya lagi: "Apakah kamu memiliki makanan untuk diberikan kepada enam puluh orang miskin?" Orang itu menjawab: "Tidak."Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diberikan satu keranjang berisi kurma, keranjang besar yang biasa untuk menampung sampah, lalu Beliau berkata: "Berilah makan orang lain dengan kurma ini." Orang itu berkata: "Apakah ada orang yang lebih membutuhkan dari kami? Tidak ada keluarga yang tinggal diantara dua perbatasan yang lebih membutuhkan bantuan daripada kami." Maka Beliau berkata: "Kalau begitu berilah makan keluargamu dengan kurma ini."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tebusan denda agama mempertimbangkan dengan sangat bijak status ekonomi seseorang, sehingga tidak membuat umat kelaparan atau tersiksa batinnya.
- Diperbolehkan bagi seseorang menceritakan kesulitan hidupnya secara jujur kepada pihak yang berwenang untuk mendapatkan keringanan hukuman.
- Sikap santun dalam menyampaikan kelemahan diri di hadapan pendidik akan melahirkan simpati dan penyelesaian masalah yang saling menguntungkan.
