Shahih Bukhari Hadits 1809 - Hukum Puasa Saat Safar di Cuaca Panas
Hukum Mempertahankan Puasa Saat Safar di Tengah Cuaca Ekstrem
Shahih Bukhari : 1809
Shahih BukhariNomor Hadis 1809
بَاب حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ أَنَّ إِسْمَاعِيلَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَهُ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ فِي يَوْمٍ حَارٍّ حَتَّى يَضَعَ الرَّجُلُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ شِدَّةِ الْحَرِّ وَمَا فِينَا صَائِمٌ إِلَّا مَا كَانَ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَابْنِ رَوَاحَةَ
Abu Darda Diriwayatkan dari:
Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada sebagian perjalanan Beliau pada hari yang sangat panas sehingga ada seseorang yang meletakkan tangannya diatas kepalanya karena amat panasnya dan tidak ada diantara kami yang berpuasa kecuali Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan Ibnu Rawahah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan untuk tetap berpuasa saat sedang dalam perjalanan jika memang kondisi fisik merasa mampu.
- Tidak ada paksaan mutlak untuk berpuasa saat safar, sahabat yang tidak kuat pun mengambil keringanan untuk berbuka.
- Nabi Muhammad memberikan contoh teladan mengenai kekuatan niat dan ibadah walau diuji dengan cuaca yang sangat panas.
