Shahih Bukhari Hadits 1810 - Bukan Kebaikan Memaksakan Puasa Saat Safar
Hadits Puasa Safar: Memaksakan Diri Bukanlah Sebuah Kebaikan
Shahih Bukhari : 1810
Shahih BukhariNomor Hadis 1810
حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَرَأَى زِحَامًا وَرَجُلًا قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ فَقَالَ مَا هَذَا فَقَالُوا صَائِمٌ فَقَالَ لَيْسَ مِنْ الْبِرِّ الصَّوْمُ فِي السَّفَرِ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah dalam suatu perjalanan melihat kerumunan orang, yang diantaranya ada seseorang yang sedang dipayungi. Beliau bertanya: "Ada apa ini?" Mereka menjawab: "Orang ini sedang berpuasa". Maka Beliau bersabda: "Tidak termasuk kebajikan berpuasa dalam perjalanan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak dinilai sebagai bentuk kebaikan jika seseorang memaksakan diri berpuasa saat musafir sampai membahayakan kesehatannya.
- Islam dengan tegas memberikan keringanan (rukhshah) bagi musafir untuk membatalkan puasanya.
- Dilarang keras menyiksa diri sendiri ataupun berlebih-lebihan atas nama ibadah.
