Shahih Bukhari Hadits 1811 - Toleransi Berpuasa di Tengah Perjalanan

Toleransi Puasa Bagi Musafir dalam Pandangan Hadits Nabi

Shahih BukhariNomor Hadis 1811

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنَّا نُسَافِرُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَعِبْ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ وَلَا الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ

Anas bin Malik Diriwayatkan dari:

Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka juga tidak mencela yang berpuasa.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Pentingnya membangun sikap saling menghargai pilihan ibadah (puasa atau berbuka) antara sesama musafir.
  • Menjaga kerukunan persaudaraan sesama muslim jauh lebih diutamakan ketimbang saling menghakimi amalan orang lain.
  • Tuntunan sikap dewasa dalam beragama yang dicontohkan langsung oleh generasi sahabat.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami