Shahih Bukhari Hadits 1816 - Hukum Membayar Hutang Puasa Bagi Mayit
Anjuran Bagi Wali Membayarkan Hutang Puasa Orang yang Meninggal
Shahih Bukhari : 1816
Shahih BukhariNomor Hadis 1816
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى بْنِ أَعْيَنَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ جَعْفَرٍ حَدَّثَهُ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ تَابَعَهُ ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرٍو وَرَوَاهُ يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ أَبِي جَعْفَرٍ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa meninggal dunia dan memiliki hutang puasa maka walinya (boleh) berpuasa untuknya."Hadits ini dikuatkan pula oleh [Ibnu Wahab] dari ['Amru]. Dan [Yahya bin Ayyub] meriwayatkannya dari [Ibnu Abu Ja'far].
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keluarga atau wali diberikan wewenang untuk menuntaskan hutang puasa anggota keluarganya yang telah tiada.
- Sebagai cerminan besarnya rasa persaudaraan dan ikatan darah yang tak terputus meski salah satunya telah masuk ke liang lahad.
- Segala bentuk kewajiban ibadah yang terbengkalai memiliki solusi pelunasannya di dalam ajaran agama Islam.
