Shahih Bukhari Hadits 1866 - Berpuasa Sebagai Pembeda

Hadits Puasa Asyura: Menyelisihi Tradisi Perayaan Orang Yahudi

Shahih BukhariNomor Hadis 1866

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ أَبِي عُمَيْسٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَعُدُّهُ الْيَهُودُ عِيدًا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصُومُوهُ أَنْتُمْ

Abu Musa Diriwayatkan dari:

Hari 'Asyura' telah dijadikan oleh orang-orang Yahudi sebagai hari raya mereka, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Berpuasalah kalian pada hari itu."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Orang Yahudi menjadikan hari Asyura sebagai hari raya atau festival untuk bersenang-senang.
  • Rasulullah memerintahkan puasa sebagai bentuk penghormatan spiritual, bukan merayakan dengan hura-hura.
  • Umat Islam dianjurkan untuk menyelisihi dan membedakan identitas ibadahnya dari kebiasaan kaum Yahudi.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami