Shahih Bukhari Hadits 1930 - Rezeki Mandiri
Keutamaan Mencari Rezeki dari Hasil Kerja Tangan Sendiri
Shahih Bukhari : 1930
Shahih BukhariNomor Hadis 1930
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ الْمِقْدَامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Al Miqdam Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Tidak ada seorang yang memakan satu makananpun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud AS memakan makanan dari hasil usahanya sendiri."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Makanan yang paling berkah adalah yang didapatkan dari hasil usaha dan kerja keras sendiri.
- Kemandirian dalam mencari rezeki adalah sifat para nabi, seperti yang diteladankan oleh Nabi Daud.
- Seorang Muslim dianjurkan untuk tidak gengsi melakukan pekerjaan fisik asalkan halal dan membawa kebaikan.
