Shahih Bukhari Hadits 1951 - Akhlak Mulia Nabi dan Kain Kafan
Kisah Kain Burdah Nabi yang Diminta Menjadi Kain Kafan
Shahih Bukhari : 1951
Shahih BukhariNomor Hadis 1951
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ قَالَ سَمِعْتُ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَتْ امْرَأَةٌ بِبُرْدَةٍ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْبُرْدَةُ فَقِيلَ لَهُ نَعَمْ هِيَ الشَّمْلَةُ مَنْسُوجٌ فِي حَاشِيَتِهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَسَجْتُ هَذِهِ بِيَدِي أَكْسُوكَهَا فَأَخَذَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحْتَاجًا إِلَيْهَا فَخَرَجَ إِلَيْنَا وَإِنَّهَا إِزَارُهُ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ يَا رَسُولَ اللَّهِ اكْسُنِيهَا فَقَالَ نَعَمْ فَجَلَسَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ ثُمَّ رَجَعَ فَطَوَاهَا ثُمَّ أَرْسَلَ بِهَا إِلَيْهِ فَقَالَ لَهُ الْقَوْمُ مَا أَحْسَنْتَ سَأَلْتَهَا إِيَّاهُ لَقَدْ عَلِمْتَ أَنَّهُ لَا يَرُدُّ سَائِلًا فَقَالَ الرَّجُلُ وَاللَّهِ مَا سَأَلْتُهُ إِلَّا لِتَكُونَ كَفَنِي يَوْمَ أَمُوتُ قَالَ سَهْلٌ فَكَانَتْ كَفَنَهُ
Sahal bin Sa'ad Diriwayatkan dari:
Ada seorang wanita mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa burdah. (Sahal) berkata: "Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan burdah?" Dikatakan kepadanya lalu dia mengatakan: "Ya benar, itu adalah kain selimut yang pinggirnya berjahit?" Wanita itu berkata: "Wahai Rasulullah, aku menjahitnya dengan tanganku sendiri, dan aku membuatnya untuk memakaikannya kepada anda." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengambilnya karena Beliau memerlukannya.Kemudian Beliau menemui kami dengan mengenakan kain tersebut. Kemudian ada seseorang dari suatu kaum yang berkata: "Wahai Rasulullah, pakaikanlah kain itu untukku." Beliau menjawab: "Ya". Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam duduk dalam suatu majelis lalu kembali dan melipat kain tersebut kemudian memberikannya kepada orang itu.Orang-orang berkata kepada orang itu: "Tidak baik apa yang telah kamu minta kepada Beliau. Bukankah kamu tahu bahwa Beliau tidak akan menolak (permintaan orang). Maka orang itu menjawab: "Demi Allah, sungguh aku tidak memintanya melainkan untuk aku jadikan sebagai kain kafanku pada hari kematianku." Sahal berkata: "Akhirnya memang kain itu yang jadi kain kafannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah memiliki sifat yang sangat dermawan dan tidak pernah menolak permintaan orang lain jika Beliau mampu.
- Diperbolehkan menerima hadiah dari orang lain dan memanfaatkannya untuk keperluan pribadi.
- Menyiapkan perlengkapan untuk kematian, seperti kain kafan, sejak masih hidup adalah tindakan yang diperbolehkan.
- Mengharapkan keberkahan dari barang yang pernah menyentuh tubuh Rasulullah adalah bentuk kecintaan para sahabat.
