Shahih Bukhari Hadits 2041 - Batas Maksimal Takaran Ariyyah
Ketentuan Batas Maksimal Lima Wasaq pada Jual Beli Ariyyah
Shahih Bukhari : 2041
Shahih BukhariNomor Hadis 2041
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ قَالَ سَمِعْتُ مَالِكًا وَسَأَلَهُ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الرَّبِيعِ أَحَدَّثَكَ دَاوُدُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ فِي بَيْعِ الْعَرَايَا فِي خَمْسَةِ أَوْسُقٍ أَوْ دُونَ خَمْسَةِ أَوْسُقٍ قَالَ نَعَمْ
'Abdullah bin 'Abdul Wahhab Diriwayatkan dari:
Aku mendengar [Malik] ketika ditanya oleh 'Ubaidullah bin Ar Rabi': "Apakah [Daud] menceritakan kepadamu dari [Abu Sufyan] dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi kelonggaran dalam jual beli 'ariyyah dengan (menambah) lima wasaq atau lebih kecil dari lima wasaq?" Dia berkata: "Ya, benar".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keringanan menaksir buah pada ariyyah dibatasi secara tegas dengan jumlah maksimal lima wasaq.
- Takaran lima wasaq atau yang lebih kecil dari itu merupakan bukti pembatasan agar tidak dijadikan bisnis besar.
- Para ulama selalu melakukan pengecekan dan tanya jawab langsung untuk memastikan kebenaran suatu riwayat.
